Saimi (74) turut berkontribusi membangun Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur. Ia juga pernah merasakan kekejaman PKI. Rambut yang memutih, semakin memperjelas usianya yang sudah senja. Di antara rekan sebayanya, hanya Saimi yang masih hidup tapi kondisinya tetap bugar.

Tak heran, sosok Saimi banyak disegani dan dituakan oleh masyarakat sekitar Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur. Menjadi tokoh yang dituakan, Saimi memiliki segelintir cerita ketika dirinya masih muda. Rupanya, cerita yang masih membekas ialah perihal Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut dia, suasana zaman PKI masih sangat jelas di ingatannya, bahkan bulu kudunya merinding ketika mengenangnya. "Dulunya ya di sini itu masih pepohonan, seperti pohon karet dan lain sebagainya yang besar besar." "Rumah itu jarang bahkan satu kampung bisa dihitung berapa jumlah orangnya," katanya di Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020).

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *