Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan pemerintah telah melarang masyarakat salatIed secara masif dan berjamaah di masjid ataupun lapangan terbuka. Larangan tersebut dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid 19. Maruf Amin meminta masyarakat untuk mematuhi aturan tersebut.

Menurut MarufAmin, agama mengajarkan agar manusia menjaga kehidupan dari kemungkinan tertimpa bahaya. Agama Islam mengajarkan agar manusia senantiasa membangun kemaslahatan dan mengurangi kemudaratan. "Karena itu di dalam melaksanakan ajaran agama kita senantiasa menyesuaikan dengan keadaan dan tahun ini hari raya kita masih dalam suasana kedaruratan itu, kebahayaan itu," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut MarufAmin, apabila masih memaksakan untuk melakukan salat berjamaah secara masif maka tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama. "Yang seharusnya memperkecil bahaya tapi justru memperbesar yaitu memperbesar bahaya itu," tuturnya. Maruf Amin meminta masyarakat mendoakan agar pemerintah dapat segera memulihkan ekonomi yang terdampak karena penyebaran Covid 19.

Maruf meminta masyarakat untuk tidak putus asa dan tetap semangat dalam menghadapi penyebaran Covid 19. "Karena itu kami mohon doa kepada seluruh bangsa, kepada seluruh rakyat supaya upaya upaya untuk mengembalikan memulihkan ekonomi nasional kita sehingga sedikit demi sedikit kehidupan ekonomi masyarakat bisa dikembalikan," kata Maruf Amin. Maruf Amin mengatakan banyak masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu, Maruf Amin meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid 19. Pada bidang sosial, pemerintah, menurut Maruf Amin, sudah berupaya meringankan dengan penyaluran bantuan sosial. Pada bidang ekonomi, pemerintah juga berupaya untuk melakukan pemulihan.

"Yang Insyaallah beberapa waktu mendatang coba digulirkan, supaya ekonomi yang terdampak ini bisa kembali lagi dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat, dengan tetap berusaha mengendalikan dan menghilangkan Covid 19 tapi bagaimana ekonomi bisa tumbuh. ini bagian tanggung jawab pemerintah yang sedang dirancang," pungkasnya. Pemerintah kembali memberikan update terkait jumlah kasus positifvirus coronadi Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk PenangananCovid 19, menuturkan berdasarkan data yang didapatkan hingga Kamis (21/5/2020) pukul 12.00 WIB, masih terjadi penambahan pasien positif Corona di tanah air.

Hal ini ia sampaikan dalam dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan PenangananCovid 19, Graha BNPB, Jakarta, dan disiarkan langsung Kamis, sore. Tercatat kata Yuri pada hari ini, terdapat penambahan kasus positifvirus coronasebanyak 973 orang. "Ada kenaikan (kasus positif) sebanyak 973 orang," tegas Yuriyang dikutip dari YouTubeBNPB Indonesia.

Yuri menyebut penambahan kasus pada hari ini merupakan peningkatan tertinggi dibanding hari hari sebelumnya. "Peningkatan ini luar biasa dan peningkitan inilah yang tertinggi," imbuhnya. Penambahan ini membuat pasien yang terkonfirmasi positifCovid 19di Indonesia secara total menjai 20.162 orang.

Dalam kesempatan itu, Yuri menyebut seluruh provinsidi Indonesia telah terdampakvirus corona. "Sudah 392 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak," jelasnya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan terkait pasienCovid 19yang meninggal dunia.

Data yang sama menyebutkan bahwa tercatat adapenambahan36 pasienCovid 19yang meninggal dalam 24 jam terakhir. Sehingga angka kematian di Indonesia saat ini menjadi 1.278 orang. Kabar baiknya,Yuri mengatakanpenambahan juga terus terjadi dalam pasien yang berhasil sembuh dariCovid 19.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada hari ini terdapat 263 pasien yang berhasil sembuh. Adapun ke 263 pasien ini telah dinyatakan sembuh setelah secara dua kali berturut turut menjalani pemeriksaan PCR nya yang hasilnya adalah negatif. Serta sudah tidak ada keluhan klinis lagi yang dialami oleh pasien pasien tersebut.

Penambahan ini membuattotalpasien sembuhdi Indonesia telah mencapai 4.838 orang.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *