Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Suasana sedih menyelimuti rumah keluarga korban KM Kasih 25 yang tenggelam di Selat Pukuafu pada Minggu, 5 Juli 2020. Pantauan POS KUPANG. COM , Senin (6/7/2020), di rumah pemilik kapal, semua keluarga yang berkunjung tampak sedih. Beberapa ibu yang berada di ruang tamu menangis sedih sambil memeluk kapten kapal yang selamat.

Di teras rumah, tampak pemilik kapal dan beberapa kerabat berbincang bincang dengan raut wajah sedih. Warga sekitar terlihat duduk di halaman rumah. Setelah beberapa saat kapten KM Kasih yang mengalami cedera pada kaki, dipapah beberapa kerabat mengunjungi rumah Mus Toudua (ABK kapal yang meninggal) yang hingga saat ini jasadnya belum ditemukan.

Tangis pecah menyayat kalbu, ketika mereka memasuki rumah Mus Toudua. Keluarga korban memeluk kapten kapal sambil menangis histeris. Beberapa kerabat yang duduk di ruang tamu rumah korban ikut tenggelam dalam suasana tersebut.

Warga sekitar mulai berdatangan ke rumah duka ketika mendengar suara tangisan keluarga korban. Setelah meluapkan rasa haru, mereka melakukan doa bersama. Kapal Motor (KM) Kasih 25, yang merupakan kapal penangkap ikan milik nelayan dilaporkan tenggelam di Selat Pukuafu Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Minggu (5/7/2020).

Kapal motor tersebut bertolak dari Tablolong Kabupaten Kupang menuju Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao pada Minggu (5/7/2020) sekira pukul 09.00 Wita. Namun ketika mencapai Selat Pukuafu di Kabupaten Rote Ndao sekira pukul 12.15 Wita, kapal yang memuat 12 ABK dan 17 penumpang itu tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi. Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, M.Si mengatakan hingga Senin (6/7/2020) pagi, tujuh korban masih belum ditemukan.

Sementara itu, dari 29 korban yang berada di kapal tersebut, sebanyak 14 orang sudah dievakuasi ke Kabupaten Rote Ndao oleh tim gabungan baik dari Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Basarnas Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, Lanal Pulau Rote, Satuan Pol air Polda NTT & Satuan Polair Polres Rote Ndao serta dibantu oleh nelayan setempat. Mereka selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Sotimori, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao untuk mendapat perawatan medis. Namun setelah dilakukan tindakan dan perawatan medis satu korban anak anak, Tania Poy (usia 11 bulan), akhirnya meninggal dunia.

Selanjutnya ABK dan penumpang yang selamat dirujuk ke Puskesmas Eahun Kecamatan Rote Timur untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Sebelumnya diberitakan dua penumpang kapal motor Kasih 25 selamat setelah ditemukan oleh Kapal Cepat Bahari Express pada koordinat 10° 26' 08.37" S 123° 20' 42.53" E. Kepala Kantor SAR Kupang Emi Frizer kepada wartawan mengatakan, berdasarkan laporan warga yang diterima, kejadian tenggelamnya kapal diperkirakan sekitar pukul 10.30 Wita.

"Pada hari ini, satu perahu Motor tujuan Tablolong Kabupaten Kupang menuju Rote Timur dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk. Dua orang selamat setelah ditemukan oleh Kapal Cepat Bahari Express," ujar Emi Frizer. Saat itu, di lokasi terjadi angin kencang dari arah Angin Tenggara Barat Daya dengan kecepatan 06 25 kts. Sementara tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Usai menerima laporan, Kantor SAR Kupang memberangkatkan tim penyelamat yang terdiri dari 12 ABK dan 6 rescuer dengan KN SAR Antareja 233 Kpg pada pukul 14.20 Wita. Untuk upaya penyelamatan, pihak kantor SAR Kupang telah berkoordinasi dengan BPBD Rote Ndao dan Syahbandar Kupang. Selain itu, upaya penyelamatan juga melibatkan Kantor PDP Kpg dan keluarga para korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor SAR Kupang dan potensi SAR sedang melakukan pencarian dan penyelamatan kepada kapal dan para penumpang yang tenggelam.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *