Sekelompok pencuri spesialis gedung baru dan gedung kosong memanfaatkan situasiBandara Soekarno Hatta yang lengang oleh aktivitas karena pandemi Covid 19. Kelompok tersebut beranggotakan delapan orang. Mereka menggondol utilitas air di Gedung Mapolres Bandara Soekarno Hatta.

Seperti diketahui, gedung itu sebentar lagi akan diresmikan. Utilitas air yang ada di lantai 1 dan 2 gedung tersebut ludes dicuri dengan total kerugian Rp 20 juta. Kini, polisi berhasil meringkus enam orang yang kini berstatus tersangka.

Merekaberinisial NN, RJ, MT, SS, Y dan RM. Sedangkan dua tersangka lainnya A dan G masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sejumlah fakta menarik terkait kasus ini berhasil terungkap.

Diantaranya kelompok tersebut ternyata sudah beroperasi sebanyak 9 kali, sebelum akhirnya tertangka. Selain itu, terungkap juga fakta bahwa aksi pencurian tersebut didalangi oleh seorang pedagang bakso. Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan dalang di balik pencurian gedung Mako Polres Bandara Soekarno Hatta merupakan seorang pedagang bakso keliling.

"Tersangka NN pekerjaan sebagai tukang bakso, dia adalah inisiator dari pencurian yang dilakukan oleh para tersangka," ujar Adi dalam konferensi pers di Polres Bandara Soekarno Hatta, Rabu (22/7/2020). Adi mengatakan, selain NN yang merupakan pedagang bakso keliling. Ada juga RJ yang bekerja sebagai ojek online. RJ berperan membongkar keran di gedung Mako Polres Bandara Soekarno Hatta.

"Dia juga berperan membawa sebagian keran hasil kejahatannya di saku celana yang sudah disiapkan," tutur Adi. Selain kedua tersangka, ada juga MT, SS dan Y yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan RM seorang peternak telur. Para tersangka juga melakukan pencurian dengan mobil tergolong mewah dengan jenis Toyota Venturer tahun 2017. Adi Ferdian menjelaskan, mobil mewah tersebut disewa selama sebulan oleh komplotan pelaku dengan uang sewa Rp 9 juta untuk melancarkan aksinya.

Menurut keterangan pelaku, kata Adi, pelaku menggunakan mobil mewah agar tak dicurigai oleh sekuriti di gedung gedung kosong. "Modus operandi mereka karena banyak bangunan yang 95 persen (selesai) pengawasannya kurang," ujar dia. Adi Ferdian mengatakan kelompok spesialis pencuri gedung kosong tersebut sudah beraksi 9 kali sebelum akhirnya tertangkap lantaran menyatroni Gedung Mapolres.

Adapun sembilan TKP lainnya di Bandung pada tahun 2015 di proyek gedung dengan sasaran panel listrik. Kedua di Bogor di pembangunan sekolah dengan sasaran keran air, ketiga di Cibitung Kabupaten Bekasi dengan sasaran proyek pembangunan gudang dengan sasaran panel listrik. "Keempat di Cileungsi Bogor TKP Ruko dengan sasaran alat kelistrikan," tutur Adi.

Kelima ada di Kelapa Gading Jakarta Utara target pembangunan ruko, keenam di Pondok Ungu Kota Bekasi dengan proyek pembangunan gudang. "Ketujuh di Cibitung, Kabupaten Bekasi di ruko, delapan Bekasi Barat sasaran pembangunan apartemen, sembilan di Lebak Bulus juga pembangunan apartemen," kata Adi. Aksi terakhir mereka di gedung Mako Polres Bandara Soekarno Hatta yang segera rampung.

Keenam tersangka dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *