Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Aktivis Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK HAM) Solo, Fitri Haryani, menanggapi pelecehan seksual yang dialami aktris dan atlet Jiujitsu, Fina Phillipe. Dalam cuitan akun Twitter nya @lafinaa, Selasa (21/7/2020), Fina mengungkap sejumlah pelecehan seksual yang diterima. Ia mengaku menerima komentar tak pantas di Instagram nya setiap hari.

Bahkan, dirinya juga dikirimi foto alat kelamin oleh seorang pria melalui fitur pesan langsung. "Boleh cerita dikit ga? Gue lama2 capek banget ngeladenin cowo2 kurangajar yang masih sexual harassment di komen sama DM IG gue. Makanya gue balik ke twitter, semoga di twitter gak pada kaya gitu juga ya!

Kenapa gue sambil share foto ini? Ini gue lagi tanding kejuaraan, tapi, " tulisnya. Fitri Haryani mengatakan, dalam kasus tersebut terlihat bahwa perempuan dianggap sebagai objek seksualitas saja. Ia pun menyoroti komentar yang tak sesuai dengan foto pertandingan Jiujitsu yang diunggah Fina.

"Sehingga pelabelan bagi perempuan yang hanya sebagai pemuas hasrat seksualitas." "Tidak melihat sisi sisi yang lain, misalnya terkait dengan kapasitas berpikir, memimpin, bertarung," jelas Fitri. Selain itu, ia juga menyebut laki laki merasa punya kontrol pada tubuh perempuan.

Namun, tidak semua pelaku mengetahui bahwa tindakan yang dilakukan sebagai pelecehan seksual. "Perempuan yang hanya dijadikan subordinar laki laki, sehingga penguasaan atas segalanya sampai otoritas tubuh pun ada pengontrolan," katanya. Fitri juga menyinggung soal tak ada perlindungan yang tegas bagi korban pelecehan seksual.

Tak heran, jika perilaku tak pantas tersebut juga bisa ditemui di media sosial. "Tidak ada upaya perlindungan bagi korban kekerasan seksual tersebut." "Sehingga pelaku tidak ditindak tegas, dan korban enggan melaporkan jadinya."

"Kalau ada perlindungan, yang pasti saya yakin kekerasan tersebut bisa diminimalisir," terang dia. Mengenai keputusan Fina Phillipe yang berani mengungkap pelecehan seksual tersebut, Fitri menilainya sebagai bentuk edukasi. Namun, reaksi berbeda pasti akan ditunjukkan oleh warganet yang membaca cuitan itu.

"Saya memaknai (cuitan Fina) sebagai bentuk bagian dari edukasi saja." "Tinggal bagaimana kita melihat capture serta konten tersebut sebagai makna positif." "Kadang di situ yang banyak tanggapan berbeda, karena paradigma yang berbeda juga," jelasnya.

Aktivis perempuan ini lalu menyarankan agar korban pelecehan seksual langsung melapor pada pihak berwajib. "Saya sarankan untuk lapor ke kepolisian, apapun nanti hasilnya yang penting melakukan pelaporan dulu," pungkasnya. Dalam utasnya, Fina juga mengunggah foto tangkap layar komentar seorang warganet yang ia balas.

"Komennya malah kayak gini! Gw lagi tanding idup dan mati lah kasarnya, abis tanding gw posting foto gw, yang komen malah bikin gw naek darah! " ungkap dia. Fina pun melanjutkan mengunggah foto yang menampilkan sejumlah komentar pelecehan seksual di unggahan Instagram nya. "Belom lg di postingan lain, banyak bgt cuma ga gw ladenin semua. Belom lg di DM! Lebih banyaaaaaak lagi!!! Udah gw blok2in, sisa ini ini terbaru.

Udah pada gila apa ya org2! Heh! Lu mau ganteng jg kalo kelakuan naj** kaya gini gabakal gw mau!! Gabakal ada cewe yg mau!" tulis Fina. "Sedih gue.. gimana bokap nyokap gw tau ya anak atu2nya yang dijaga diginiin ama laki sang***. Segininya postingan gw gak pamer2 belahan atau "ngundang", " lanjutnya. Fina pun berharap, perempuan yang juga mengalami pelecehan agar tetap semangat.

Menurutnya, pelaku pelecehan seksual tak akan berhenti jika korban diam saja.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *