Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (13/1/2020). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi, Senin (13/1/2020). "Besok siang kita undang KPU," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Komisi II DPR RI akan meminta penjelasan KPU soal terjadinya kasus Komisionernya, Wahyu Setiawan yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019 2024. Selain itu juga Komisi II DPR RI akan menanyakan tentang pengunduran diri Wahyu. Menurut dia, proses pergantian pergantian antarwaktu (PAW) Wahyu Setiawan pun akan dibahas dalam pertemuan dengan KPU.

Persiapan pilkada serentak pada September 2020 mendatang juga akan menjadi materi bahasan dalam pertemuan dengan KPU. "KPU sebagai lembaga tentu tidak boleh terpengaruh dengan kasus ini. KPU harus segera melakukan konsolidasi di internal dan ciptakan sistem yang transparan dan akuntabel agar kejadian serupa tidak terjadi di waktu mendatang," jelas Wakil Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) ini. KPU RI menunggu proses penggantian komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, yang mengundurkan diri akibat terjerat kasus hukum.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan akan digantikan anggota Bawaslu Provinsi Bali periode 2018 2023 I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Pasalnya, I Dewa Kade Wiarsa meraih suara tertinggi ke delapan di proses pemilihan Anggota KPU pada 2017 lalu. "(Menunggu dari, red) Sekretariat Presiden karena yang mengeluarkan SK (Surat Keputusan, red) pengangkatan dan pemberhentian sama," kata Ketua KPU RI, Arief Budiman, ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (13/1/2020).

Wahyu sudah resmi menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Komisioner KPU, pada Jumat (10/1/2020). Wahyu mengundurkan diri pasca menjadi tersangka penerima suap dalam kasus korupsi proses penentuan penggantian antar waktu (PAW) anggota DPR. Menurut Arief Budiman, pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan pengunduran diri atas nama Wahyu Setiawan itu kepada Presiden melalui Sekretariat Kepresidenan.

"Jadi kami sudah mengirimkan pemberitahuan itu. Pemberitahuan pengunduran diri maupun penetapan status tersangka. Jadi, kami tunggu proses," tambahnya. Seperti telah diberitakan sebelumnya KPK menetapkan status tersangka Wahyu bersama tiga orang lainnya, kader PDI P Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful. Wahyu diduga meminta uang Rp 900 juta untuk membantu Harun agar ditetapkan sebagai PAW Nazarudin Kiemas yang meninggal.

KPK menduga Wahyu sudah menerima uang sejumlah Rp 600 juta dari Harun melalui Agustiani. Dugaan suap ini terbongkar melalui OTT pada Rabu (8/1/2020).

RELATED ARTICLES

Alat Kontrasepsi

Fungsi Alat Kontrasepsi Menurut SehatQ.com

Terdapat berbagai macam fungsi dari alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh masyarakat. Fungsinya adalah untuk melakukan pencegahan terhadap kehamilan seseorang. Dengan begitu, semuanya akan tetap dapat dikontrol dengan baik dan tidak akan menimbulkan terlalu banyak kehamilan. Fungsi Alat Kontrasepsi dalam Dunia Kesehatan Ada banyak macam…

pinjaman kta bank

Alasan Pinjaman Tanpa Agunan Sangat Menguntungkan

Pandemi ini membuat ekonomi sebagian besar orang mengalami masalah. Mulai dari yang penghasilannya menurun sampai tidak memiliki penghasilan sama sekali. Padahal, setiap harinya perlu mengeluarkan uang untuk biaya hidup seperti membeli makan, membayar tagihan dan sebagainya. Alasan itulah yang membuat orang memilih untuk menggunakan pinjaman…

Nail Polish HALAL

Pengertian dan Ciri Nail Polish Halal

Saat ini mungkin Anda sering mendengar istilah dengan kata Nail Polish HALAL. Kutek ini merupakan salah satu jenis kutek yang memiliki kemampuan untuk menyerap air wudhu untuk masuk ke dalam sela – sela kuku. Bisa dikatakan merek kutek ini adalah halal, sehingga dengan begitu ibadah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *