Penyidik senior KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus penyiraman air keras. Novel tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum pukul 10.20 WIB, Senin (6/1/2019). "Tentunya saya hadir berkaitan dengan saya sebagai korban, maka saya berkepentingan memberikan keterangan," ucap Novel di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2019). Hal tersebut disampaikan Novel Baswedan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV.

Ditemani oleh pengacaranya Saor Siagian, Novel datang dengan menggunakan kemeja biru dan topi biru. Novel Baswedan menyampaikan belum mengetahuimateri yang akan ditanyakan oleh penyidikPolda Metro Jaya. "Saya kira itu kawan kawan akan lebih jelas setelah saya memberikan keterangan baru saya berbicara," kata Novel.

"Saya menunggu penyidik bertanya apa dan kaitannya apa, nanti keterangan apa yang perlu saya terangkan," tambahnya. Kepolisian RI (Polri) berhasil menangkap pelaku penyeranganNovel Baswedansetelah dua tahun terjadinya penyiraman air keras terhadap penyidik KPK tersebut. MenurutKabareskrimPolri, KomjenListyo Sigit Prabowo, pelaku penyeranganNovel Baswedandiamankan pada Kamis (26/12/2019).

Polisi sebelumnya pernah menyebut ada temuan signifikan dari kasus teror terhadapNovel Baswedan. "Tadi malam (Kamis malam), kami tim teknis bekerja sama dengan Satkor Brimob, mengamankan pelaku yang diduga telah melakukan penyerangan kepadaNovel Baswedan," ujar Kepala Bareskrim Polri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019). "Jadi pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. Anggota Polri aktif," imbuhnya, dilansir kanal YouTube TVOneNews.

Dilansir dari Senin (14/01/2019), kasus penyiraman air keras pada penyidik KPK, Novel Baswedan, terjadi pada dua tahun silam. Tepatnya terjadi pada 11 April 2017. AwalnyaNovel Baswedanpulang dari salat Subuh di Masjid Al Ihsan dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tiba tiba Novel diserang oleh orang tak dikenal dengan teror penyiraman air keras mengenai wajah Novel. Novel pun langsung dibawa ke RUmah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, jakarta Pusat.

Tak lama, pada 12 April Novel dirujuk lagi menuju Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih baus dan peralatan lebih canggih. Akibat penyiraman air keras ini mata Novel terluka parah. Kasus ini disebut percobaan pembunuhan terhadap Novel.

Pada 19 Juni 2017 Kapolri Tito Karnavian mengumumkan telah ditemukannya saksi kunci terkait kasus penyiraman terhadap Novel. Sementara itu, pada 17 Agustus 2017 Novel menjalani operasi pertama di Singapura. 24 November 2017 Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz merilis sketsa 2 wajah orang yang diguga menjadi pelaku penyiraman air keras yang mengakibatkan rusaknya mata Novel Baswaedan.

Sketsa tersebut diklaim merupakan hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri. Pada 23 Maret 2018 Novel menjalani operasi yang kedua. Kemudian, 28 Juni 2018 Novel menjalani operasi kecil pada mata kirinya.

Novel kembali bekerja di KPK setelah hampir 1,4 tahun dari peristiwa penyiraman air keras pada 27 Juli 2018. Disebutkan Novel pernah menyebut adanya keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasus penyerangannya,21 Desember 2018. Pada 8 Januari 2019, surat tugas untuk membentuk tim khsuus dalam rangka pengusutan kasusNovel Baswedandikeluarkan oleh Polri.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *