Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Kerja ulet, pantang menyerah selalu berbuah manis. Hal itu dibuktikan oleh Hery, warga Jalan Bunga Teratai, Padangbulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Dia meraih sukses dari usaha budidaya maggot atau belatung semakin diminati karena merupakan bisnis yang berkembang dan ramah lingkungan. Magot antara lain digunakan untuk pakan ternak seperti ayam.

Peternak maggot di Medan, Hery, memanfaatkan rumah kosong di dekat kediamannya menjadi tempat budidaya maggot. Budidaya ulat maggot telah ditekuninya selama lima tahun, setelah dirinya mengikuti pelatihan oleh Dinas Peternakan. Dalam satu minggu omset penjualan dari budidaya magot dan penjualan telur magot mencapai Rp800 ribu sampai Rp 1 juta rupiah.

"Per minggu kami bisa produksi sekitar 100 kilo sampai 120 kilo. Untuk paket besar di atas 10 kilo, kami jual Rp8000 per kilo. Kalau untuk pembelian per kilo, kami jual Rp20 ribu," kata Hery di kediamannya di Jalan Bunga Teratai, Padangbulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sabtu (17/7/2021). Ia tertarik membudidayakan maggot karena tidak membutuhkan modal besar, Ia memanfaatkan sisa sisa potongan sayur, buah, dan daging yang didapat dengan mudah pasar sekitar. Untuk satu hari, Hery membutuhkan 30 50 kilogram sampah organik yang diolah untuk makanan magot.

"Modalnya ya hanya tenaga. Sekali dua hari, kami pergi ke pasar, kumpulkan sampah organik. Sayur, buah, sisa potongan ayam, sisa potongan ikan. Pokoknya semua yang bisa terurai," ujarnya. Ia menilai budidaya maggot mempunyai prospek yang sangat menjanjikan, selain mempunyai nilai ekonomi bisa membantu mengelola sampah.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *