Menghilangnya persediaan masker di pasaran Jepang membuat warga kesulitan untuk membeli masker. Parahnya lagi bermunculan email palsu yang menawarkan masker gratis. "Bahaya sekali email tersebut kalau kita klik URL atau alamat web nya," ungkap Katsuyuki Okamoto dari Cyber Security Trend Micro, Kamis (6/2/2020). Menurut Katsuyuki Okamoto, sedikitnya 600 orang sudah jadi korban email palsu tersbeut yang disebarkan sejak dua hari terakhir ini.

"Belum lagi email palsu yang melampirkan file tertentu berisi program virus yang bisa mengambil data pribadi kita bahkan juga password komputer," tambahnya. Sebuah email yang jelas menuliskan dari Kyoto fu Sanjonan Health Center dengan nama kontak personalianya serta nomor telepon, membuat sebagian penerima email percaya. "Namun kalau kita perhatikan isi email tersebut ada sedikitnya dua kanji salah penulisan. Berarti itu dilakukan oleh orang China bukan oleh orang Jepang," kata Toshiyuki Yamashita membantah email yang seolah dikeluarkan oleh lembaganya di Kyoto.

Menurut Yamashita, sudah sedikitnya 300 orang menelepon kepadanya untuk mengkonfirmasi email tersebut. "Namun tetap saja ada korban yang membuka lampiran file dari email tersebut yang dapat menyerang dan mengambil atau mencuri data di dalam komputer," tambahnya. Yamashita menyarankan agar jangan pernah membuka lampiran atau jangan pernah membuka email dari pihak yang tidak jelas.

"Kalau pun terbuka email tersebut dari orang yang tidak dikenal atau terasa aneh, sebaiknya langsung di delete buang ke sampah," lanjut Katsuyuki Okamoto. Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *