Koordinator Konsolidasi Lapangan Pemenangan Calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap, Asri Anas, menuding Zulkifli Hasan melakukan kecurangan. Asri Anas mengatakan kecurangan itu lantaran dalam proses pendaftaran tidak sesuai mekanisme yang ditetapkan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC). "Informasinya Zulhas mendaftar di Makassar. Sementara keputusannya adalah pendaftaran dilakukan di DPP atau di Kendari mulai pukul 08.00 hinggal 17.00 Wita dan untuk registrasi peserta itu berakhir pukul 12.00 Wita,” kata Asri dalam konfresi persnya, di Claro Hotel Kendari, Senin (10/2/2020).

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat ini juga menyayangkan sikap yang ditunjukan petahana. Seharusnya, ucap Asri, petahana memberikan contoh yang baik. “Info dari pihak panitia sudah menyatakan bahwa Zulhas sudah melakukan pendaftaran. Ketentuan pendaftaran itu tidak boleh diwakili. Tapi kenyataannya, mereka sudah registrasi sementara orangnya masih ada di Makassar,” ucapnya.

Apa yang dilakukan Zulhas, lanjut Asri Anas, telah melanggar ketentuan yang berlaku. Sebab, seharusnya Zulhas mendaftar di DPP atau di Kendari. "Dan para peserta yang tidak registrasi hingga pukul 12.00 Wita di Kendari, harus didiskulifikasi kepesertaannya,” katanya.

Kericuhan mewarnai Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020). Kericuhan terjadi jelang pembukaan Kongres PAN. Puluhan orang menggebrak gebrak kaca hotel, serta berteriak agar pendaftaran peserta kongres ditutup.

Sekira pukul 12.40 WITA, massa terlihat ricuh. Mereka berbondong bondong mendesak Panitia Kongres PAN untuk segera menutup pendaftaran bagi peserta kongres. "Tutup segera pendaftarannya. Kami minta segera ditutup. Kita minta kongres dihentikan," kata sejumlah orang di lantai dua Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020).

Keadaan semakin memanas dan sempat terjadi aksi saling dorong. "Kita boikot kongres kalau tidak dihentikan," sambung massa. Massa menggebrak kaca, seraya berteriak.

Kemudian turun menemui pihak panitia kongres. Tak lama kemudian, mereka diarahkan ke luar hotel oleh pihak keamanan. Diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun terdapat dua pendaftaran di arena kongres.

Pendaftaran sebagai peserta yang ditutup pada pukul 12.00 WITA. Salah satu syarat untuk mendaftar sebagai peserta kongres adalah mendaftarkan diri langsung atau tidak boleh dititipkan. Ini ditengarai yang membuat ricuh, karena menurut massa yang protes, ada beberapa pihak yang memberikan kartu, meski orang tersebut belum hadir.

Kemudian, pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum PAN ditutup pada pukul 17.00 WITA. Hingga Senin sekira pukul 15.00 WITA, baru tiga nama Calon Ketua Umum yang mendaftar, yakni Mulfachri Harahap, Dradjad Wibowo, dan Asman Abnur. Peserta yang diduga pendukung kubu Mulfachri meminta agar Kongres diboikot dan menutup pendaftaran dari Kongres ke V PAN.

Keributan terjadi sekira pukul 14.30 WITA. Peserta kongres saling adu tinggi suara antara satu dengan lainnya. "Kita boikot kongres kalau tidak hentikan pendaftaran," teriak seorang peserta kongres PAN yang diduga berasal dari kubu Mulfachri.

"Mulfachri, menang, menang, menang," teriaknya. Kericuhan pun tak bisa dihindarkan, menurut pantauan dan informasi yang diterima lima laptop panitia dibawa akibat kericuhan tersebut. Panitia pun menjadi korban pemukulan dari kericuhan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tidak menampik ada kericuhan yang sempat terjadi di arena Kongres V PAN. Tapi, ucap Zulhas, ia meyakini usai Kongres pendukung akan bersatu lagi. Zulkifli Hasan pun mengingat perkataan tokoh senior PAN Amien Rais. Bahwa Kongres PAN seperti Smack Down, acara gulat, saling banting di arena, namun akan bersatu atau berdamai usai pertandingan.

"Tapi PAN selesai Kongres bersatu lagi. Istilah Pak Amien seperti Smack Down, sesudah selesai PAN rukun dan bersatu kembali," katanya. Sementara itu, Politikus PAN, Pangeran Khairul Saleh di lokasi Kongres PAN mengatakan penting Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam untuk turun langsung mengamankan gelaran kongres yang digelar di Kendari. "Saya meminta Pak Kapolda untuk turun langsung, memberikan komando kepada jajarannya untuk mengamankan gelaran Kongres PAN di Kendari," ujar Pangeran di lokasi acara, Senin (10/2/2020).

Pangeran berharap, kehadiran Merdisyam bisa mencegah adanya benturan dalam pelaksanaan Kongres PAN. "Jika misalnya terjadi gesekan, supaya aparat bisa bersikap profesional dan tegas, supaya situasi tidak semakin meruncing," kata Pangeran. Pangeran mengatakan gelaran Kongres PAN berjalan lancar dan kondusif.

Dengan begitu, sebut dia, akan lahir pemimpin PAN yang sah. "Saya berharap bahwa pelaksanaan kongres ini bisa berlangsung aman, tertib dan kondusif," tuturnya.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *