Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

 Kalau waktu itu Panda sudah bahas instrumen investasi dengan risiko rendah, kali ini Panda mau menjelaskan apa saja instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi yang cocok buat kalian para investor dengan profil risiko agresif.

Sesuai dengan tingkat risikonya, Kamu bisa meraup untung dalam jumlah besar, lho! Nah, untuk itu, simak artikel ini untuk mencari tahu apa saja contoh investasi modal kecil yang berisiko tinggi.

  1. Saham

Dilansir oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), saham merupakan tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, maka pihak tersebut mempunyai klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadi, ketika Kamu membeli saham salah satu emiten, artinya Kamu tercatat sebagai salah satu pemilik emiten tersebut sebagai investor ritel.

Saham sangat cocok untuk mereka yang agresif atau memiliki toleransi dan profil risiko agresif. Setara dengan besarnya keuntungan yang akan didapat, risiko investasi saham juga sangat besar (high risk high return). Hal ini dikarenakan pergerakan harga saham cenderung volatil mengikuti arah ekonomi makro dunia dan nasional. Omset emiten akan tetap turun apabila permintaan juga menurun, nggak peduli seberapa mahir emiten tersebut mengelola bisnisnya. Selain itu perubahan politik seperti pilpres Indonesia, pilpres Amerika, brexit, ancaman perang, memberikan dampak secara signifikan, karena berhubungan erat dengan ekonomi, peluang ekspor, pajak, dan lainnya.

  1. Reksa Dana Saham

Reksa dana saham atau equity funds merupakan salah satu jenis reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat ekuitas. Risiko reksa dana saham memiliki risiko paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya, karena investasinya yang dilakukan pada saham. Sebanding dengan risikonya, return yang ditawarkan juga cukup tinggi. Pertumbuhan return bisa di atas 20% per tahun. Namun, apabila situasi pasar sedang tidak baik, maka kemungkinan kinerjanya akan minus.

  1. Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Selanjutnya ada P2P lending yang jadi hits semenjak adanya aplikasi finansial. P2P lending ini singkatnya merupakan investasi yang aman untuk pemula dengan memberikan pinjaman/utang kepada perorangan atau institusi, dan akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, dengan perusahaan P2P lending sebagai perantara.

Return dari investasi P2P lending juga terbilang tinggi, yakni hingga mencapai 20% per tahun. Instrumen investasi dengan return tinggi, sudah pasti memiliki risiko yang tinggi ya, Kamu. Risiko terbesar yang mungkin terjadi ialah kemungkinan keterlambatan atau gagal bayar oleh pihak peminjam. Walaupun begitu, jangan khawatir, karena Kamu bisa meminimalisir hal tersebut dengan memilih marketplace P2P lending yang menerapkan sistem scoring yang kredibel. Kamu juga bisa diversifikasi pinjaman agar nantinya risiko kerugian akan tersebar serta terminimalisir.

  1. Komoditas

Komoditas ialah suatu produk barang dagangan utama atau benda niaga mentah yang dapat diperjualbelikan sebagai barang ekspor atau impor, ditukarkan dengan barang lain yang nilainya sama, ataupun disimpan untuk jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan. Investasi komoditas ini diperdagangkan pada bursa berjangka. Dalam perdagangan komoditas, terdapat beberapa jenis seperti energi, logam, peternakan, dan pertanian.

Investasi komoditas dapat memberikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat, lho! Terlebih lagi, Kamu nggak perlu menginvestasikan uang sebesar nilai kontrak yang diperjualbelikan. Cukup sekitar 3-5% dari nilai kontrak dengan kelebihan dapat dijual kontraknya sebelum jatuh tempo. Apabila harga komoditas yang menjadi subjek suatu kontrak di pasar mengalami peningkatan, maka Kamu akan meraup keuntungan yang besar melalui margin yang berlipat. Namun, kalau rugi, justru margin tersebut bisa lenyap dalam waktu singkat pula.

  1. Forex

Kamu sudah pernah dengar investasi forex belum? Forex atau Foreign Exchange merupakan transaksi jual beli mata uang asing dari berbagai negara dengan harapan nilai yang dibeli akan naik. Misalnya, Kamu membeli dollar dengan nilai Rp10 ribu dan total dollar saat ini menjadi Rp14 ribu, maka keuntungan yang didapat sebesar Rp4000. Keuntungan tersebut didapatkan dari selisih nilai kurs saat dibeli dan kurs yang kini sedang terjadi.

Forex masuk ke dalam golongan investasi dengan risiko paling tinggi. Hal ini sebanding dengan potensi keuntungan forex yang lebih tinggi dibandingkan saham, reksa dana, maupun deposito. Gejolak pasar yang dapat merubah kurs secara drastis dalam waktu singkat menjadi salah satu risiko yang perlu diketahui calon investor forex.

Itu tadi beberapa instrumen investasi aman untuk pemula dengan risiko tinggi yang bisa jadi pilihan Kamu. Sudah ada rencana mau investasi ke salah satu instrumen di atas?

 

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *