Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Ramadan merupakan momentum pembawa keberkahan untuk perusahaan yang menyediakan produk asuransi syariah. Selain dianggap memenuhi syariat Islam oleh umat Muslim, asuransi ini mempunyai potensi besar untuk berkembang pesat selama bulan suci berlangsung.

 

Pertumbuhan ujroh di tengah masa pandemi

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Erwin Noekman mengungkapkan bahwa potensi kenaikan untuk asuransi syariah berkaitan dengan semakin umumnya penggunaan produk-produk syariah oleh masyarakat Indonesia. Momen seperti Ramadan yang berlangsung selama sebulan pun semakin mendongkrak konsumsi barang atau jasa dengan konsep religi.

Hal ini dimanfaatkan perusahaan asuransi syariah untuk merilis produk-produk baru berbasis teknologi terkini yang memudahkan akses di masa pandemi. Kabar baiknya lagi, naiknya minat konsumen terhadap asuransi syariah akan terus berjalan sampai akhir 2021.

Pertumbuhan ujroh pada asuransi jiwa syariah pun cukup positif walau sedang menghadapi wabah COVID-19. Sejak awal 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa asuransi jiwa syariah menunjukkan pertumbuhan mencapai Rp1,63 triliun atau 45,53% yoy, sementara asuransi umum syariah hanya minus 2,94%.

 

Potensi dan peluang yang dimiliki asuransi syariah

Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi, dan Keuangan Syariah, mengutarakan bahwa industri asuransi syariah memperlihatkan pertumbuhan dan kontribusi positif sepanjang 2020. Meski industri asuransi dunia sempat mengalami kerugian akibat pandemi global, industri asuransi syariah di Indonesia menyimpan peluang dan potensi yang masih bisa dikembangkan.

Meningkatkan proporsi jumlah penduduk Muslim di Tanah Air, khususnya generasi muda yang menyadari pentingnya berinvestasi adalah salah satu faktor yang membantu asuransi syariah untuk melaju pesat. Berdasarkan sebuah survei, kaum milenial yang memilih asuransi syariah sebagai proteksi diri mengalami kenaikan dari 40% menjadi 58%.

Emir menambahkan, potensi bisnis asuransi jiwa syariah dalam tiga tahun ke depan akan tembus mencapai angka Rp9,6 triliun sampai Rp10 triliun. Dari total potensi tersebut, menurut survei lain, kurang lebih 81% datang dari kalangan Muslim sementara 19% dari Non-Muslim.

Pengenalan produk syariah yang aman dan praktis adalah faktor lainnya yang mendorong sebagian besar masyarakat Indonesia beralih ke asuransi syariah. Namun, sebelum mengambil jenis asuransi ini, calon nasabah dianjurkan terlebih dahulu mempelajari syarat dan ketentuan. Pasalnya, ada banyak perbedaan di antara asuransi syariah dan asuransi umum yang memengaruhi pendaftaran hingga proses pengajuan klaim untuk mendapatkan uang pertanggungan.

 

RELATED ARTICLES

asuransi kesehatan untuk perorangan

Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Keuangan

Asuransi kesehatan untuk perorangan bisa jadi salah satu investasi terbaik untuk Anda. Pasalnya, dengan memiliki asuransi kesehatan ini membuat hidup menjadi lebih tenang dengan benefit yang diberikan. Asuransi kesehatan bukan prioritas tapi penting Sebagian orang menganggap asuransi kesehatan itu bukanlah prioritas utama baginya. Meskipun demikian,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *