Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penyebaran Covid 19 sudah mulai terkendali. Hal itu ditunjukkan dengan reproduksi efektif (Rt) virus corona di wilayah DKI Jakarta yang terus menurun. Bahkan, kini angka Rt virus corona di bawah satu.

Hal itu disampaikan Anies dalam siaran langsung konferensi pers di kanal Pemprov DKI Jakarta, Kamis (6/6/2020). "Terkait dengan nilai reproduksi virus yang alhamdulillah turun terus, sampai dengan kemarin nilai Rt di Jakarta ada di angka 0,99," ungkap Anies. Dengan Rt di bawah 1, lanjut dia, maka penyebaran kasus Covid 19 di Jakarta bisa dikatakan sudah terkendali.

"Selama nilai atau angka Rt di atas 1, maka wabah akan terus berkembang, ketika Rt nya di bawah 1, maka wabah ini sudah terkendali dan bisa menurun," jelas Anies. Lebih lanjut, Anies menjelaskan, masa penurunan angka reproduksi virus yang terjadi di Jakarta, yang disebutnya bergerak agak panjang. Menurut Anies, pada bulan Maret lalu, Rt virus corona di DKI Jakarta berada pada angka 4.

Artinya, lanjut Anies, satu orang saat itu bisa menularkan virus coroan kepada 4 orang lainnya. Saat kasus Covid 19 di Jakarta melonjak, Pemprov akhirnya melakukan sejumlah kebijakan untuk membatasi pergerakan warga. "Di bulan Maret, angka kita 4. Kemudian kita mulai melakukan pembatasan, penutupan sekolah, tempat wisata, car free day, kantor kantor."

"Panggilan untuk bekerja di rumah di mulai di pertengahan Maret, 16 Maret sekolah tutup, work from home dimulai, seluruh fasilitas publik tutup," terang Anies. Anies mengklaim, dengan penutupan fasilitas umum itu, kasus Covid 19 mengalami penurunan secara drastis. "Ini dilakukan sebelum PSBB, jadi ketika PSBB tahap pertama dimulai pada 10 April dan tahap kedua diteruskan, angka yang paling drastis turunnya di bulan Maret dan April," paparnya.

Anies mengatakan, angka Rt tersebut diperoleh dari hasil kerja keras bersama yang dilakukan penduduk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta ,Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Hal itu disampaikan Anies dalam siaran langsung konferensi pers di kanal Pemprov DKI Jakarta, Kamis (6/6/2020).

"Kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di Jakarta diperpenjang," ungkap Anies. Selain itu, Anies juga memutuskan bulan Juni sebagai masa transisi menuju kondisi Jakarta yang aman, sehat dan produktif. Menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi," jelasnya.

Meski secara umum wilayah di DKI Jakarta sudah hijau dan kuning, namun, ada beberapa wilayah yang masih merah. Anies mengatakan, dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati. "Periode ini menjadi periode transisi menuju kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas."

"Periode ini juga menjadi periode edukasi, pembiasaan terhadap pola hidup sehat, aman, produktif sesuai protokol Covid 19," ungkap Anies. Anies menjelaskan, fase pertama masa transisi dimulai dengan melakukan pelonggaran kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan efek risiko yang terkendali. "Bila berhasil dengan baik, tidak ada lonjakan kasus, maka bisa masuk ke fase kedua, yakni kelonggaran yang lebih luas," terangnya.

Anies menambahkan, dalam masa transisi ini, semua peraturan mengenai sanksi terhadap pelanggaran pembatasan akan tetap berlaku dan tetap ditegakkan. "Mulai dari kegiatan usaha sampai kegiatan kemasyarakatan tidak ada pengecualian." "Pelanggaran kewajiban dari masyarakat untuk menggunakan masker akan ditegakkkan," jelasnya.

Anies menegaskan, jika dalam masa transisi ini terjadi lonjakan kasus maka pihaknya akan kembali menghentikan kegiatan sosial ekonomi.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *