Tiga orang dilaporkan meninggal seusai menenggak minuman keras (miras) oplosan di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Tiga orang tersebut, satu di antaranya perempuan, diketahui meminum miras oplosan di Kantor Sekretariat LA Mania. Kapolres Lamongan, AKBP Harun, menjelaskan pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.

Kepolisian juga sudah melakukan olah TKP. Dilansir Surya.co.id , tiga orang tersebut meninggal secara beruntun dalam rentang waktu berselisih sekira 30 menit. Orang pertama masuk rumah sakit adalah AS pada Kamis pukul 20.00 WIB dan meninggal Jumat pukul 13.00 WIB,

Orang kedua masuk rumah sakit Jumat pukul 09.00 WIB dan meninggal pukul 13.30 WIB. Adapun orang ketiga, diketahui sebagai Mami LI, dirawat di RS pukul 09.00 WIB dan meninggal pukul 13.45 WIB. Polisi menyebut, minuman yang mereka minum memang racikan.

"Setelah diihat, kami cek memang minuman oplosan, bukan minuman luar negeri atau apa. Miras oplosan itu diracik sendiri oleh mereka, kemudian ada tambahan beberapa zat. Dan ini masih diselidiki, kombinasinya apa saja," kata AKBP Harun. Polisi juga sudah mengamankan beberapa sampel sisa miras di lokasi. Ada dua orang saksi yang sudah dimintai keterangan untuk menelusuri dari mana dan bagaimana miras ini mereka dapatkan.

"Dua orang saksi kita periksa," katanya. Dari kejadian ini, Harun memastikan ada tiga korban meninggal dan dua kritis masih dirawat di rumah sakit, dan sekarang masih dalam penyidikan. Ia berharap masyarakat untuk menjauhi miras. Apalagi mendekati puasa Ramadan, seharusnya lebih mendekatkan diri pada Allah.

"Bukan malah sebaliknya," tandasnya. Apalagi sampai mengoplos miras dengan tanpa punya keahlian. Itu masuk kecerobohan mencampur miras. Harun mendapat informasi, para korban menggelar miras itu sejak Rabu malam.

"Tapi informasi meninggalnya baru tadi, " katanya. Pihaknya memastikan tetap menggalakkan operasi, operasi miras juga termasuk dari penyakit masyarakat. "Sudah pastilah kita rutin operasi, " katanya.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *