Kedisiplinan masyarakat menerapkan physical maupun social distancing dan ketegasan pemerintah dinilai amat krusial dalam mencegah penyebaran Covid 19 di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan sejumlah universitas sudah memprediksi kapan penyebaran Covid 19 berakhir. Menurut informasi yang ia rangkum, penyebaran Covid 19 akan berakhir pada Juni 2020.

Prediksi itu bisa terwujud apabila masyarakat disiplin menerapkan pembatasan sosial dan mengikuti imbauan pemerintah. "Jika kita disiplin menerapkan physical distancing, kita dapat mengakhiri pandemi pada bulan Juni. Sekitar waktu itu, tren (kasus positif Covid 19) akan turun dan situasi kembali normal pada akhir Juni jika orang orang disiplin," kata Emil,sapaan Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (7/4/2020). Hal krusial saat ini dalam mencegah penyebaran Covid 19 adalah kesadaran masyarakat untuk tidak mudik.

Kesadaran tersebut bisa menjadi bentuk solidaritas kepada sesama ataupun kepada tenaga medis yang sedang berjuang melawan Covid 19 di zona merah. "Tetapi, jika tidak disiplin, maka situasi baru kembali normal pada akhir tahun. Saya pikir, sangat penting bagi kita untuk mengendalikan pandemi tanpa mudik," kata Emil. PemprovJabar sudah mengeluarkan maklumat larangan mudik dan piknik.

Kemudian, memberlakukan prosedur tetap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun, untuk memastikan pemudik tidak terpapar Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS CoV 2), virus penyebab Covid 19. Desa desa di Jabar memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya. Dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid 19, aparatur desa mendata pemudik yang berasal dari zona merah dan memintanya untuk isolasi diri selama 14 hari.

Beragam upaya tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Jabar agar penyebaran Covid 19 tidak meluas. "Masalah Covid 19 ini adalah masalah bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, membantu, mempercepat penyelesaian masalah Covid 19 ini," ucap Kang Emil. Hal serupa disampaikan Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aa Gym.

Menurut dia, pandemi Covid 19 akan berakhir apabila semua masyarakat disiplin. Pertama, disiplin memakai masker untuk mencegah penyebaran. "Disiplin menjaga jarak. Diam di rumah kalau tidak ada kewajiban keluar. Kalaupun wajib keluar, jaga jarak, jaga jarak. Jangan biarkan ada penularan karena jarak yang dekat," kata Aa Gym. Aa Gym meminta masyarakat untuk disiplin dalam menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan pakai sabun dan disiplin berolahraga.

"Dan kunci utama lagi adalah banyak sedekah. Inilah saatnya kita menolak bala dengan menolong sesama. Semoga lima disiplin ini akan mendatangkan pertolongan Allah wabah diambil, dan hidup kita bisa berkah," ucapnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan segera memberlakukan jam malam atau pelarangan warga keluar rumah di malam hari sebagai upaya pendisiplinan physical dan social distancing dalam rangka menanggulangi penyebaran Covid 19 di Jawa Barat. Social dan physical distancing di Jabar, katanya, masih belum bisa maksimal dilakukan.

Pihaknya telah melakukan inspeksi ke sebagian kabupaten dan kota, dan terlihat masih tidak ada upaya serius warga untuk melakukan pembatasan fisik dan sosial tersebut. Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan bahwa pihaknya pun menyepakati agar merencanakan salah satu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan di Jabar, di antaranya pemberlakuan jam malam. Yakni warga dilarang keluar rumah dan diawasi secara ketat pada malam hari.

"Kami mengarahkan kepada kota kabupaten segera melakukan upaya pemberlakuan jam malam. Ini bagian dari proses mendisiplinkan dan pembatasan sosial berskala besar di wilayah Jabar," katanya di Gedung Pakuan Bandung, Senin (6/4/2020). Kapolda Jabar, katanya, sudah menyetujui hal tersebut asal dikoordinasikan dengan kepolisian di tingkat bawah. Hal ini seirama dengan pemberlakuan status orang dalam pemantauan kepada siapapun yang mudik ke kampung halamannya di Jabar dan diawasi perangkat pemerintah setempat.

"Yang harus dilacak adalah apakah ada mereka yang mudik tapi tidak karantina diri. Kalau ada harus ada tindakan. Saya belum ada laporan secara nyata ODP pemudik yang kabur kabur itu, belum ada laporan," katanya. Emil pun menagih gerak cepat pemerintah kota dan kabupaten yang sudah mendapatkan alat rapid test Covid 19 untuk secepat mungkin dapat memetakan persebaran Covid 19 di Jawa Barat. Emil meminta semua bupati dan wali kota di Jabar untuk segera menyerahkan data hasil rapid test tersebut melalui dinas kesehatan masing masing.

Semakin cepat data masuk, semakin mudah Jawa Barat memetakan persebarannya. "Kan, dengan keberhasilan kita melakukan rapid tes masif, kita menemukan pola baru. Di antaranya virus ini beredar di sekolah berasrama yang dikelola oleh lembaga kenegaraan," katanya. Pemprov Jabar, katanya, akan selalu mengambil keputusan berdasarkan data, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar.

PSBB ini akan dilakukan berdasarkan data yang diterima. "Jadi kalau datanya masih tidak lengkap, kita susah memberikan argumentasi PSBB kepada pemerintah pusat. Saya enggak terlalu hapal daerah mana yang belum serahkan hasil rapid test," katanya. PSBB di Jawa Barat, katanya, akan didahulukan pelaksanaanya secara parsial.

Yakni pihaknya akan memberlakukan PSBB, didahulukan di daerah sekitar Jakarta karena apapun yang dilakukan terhadap Jakarta, daerah sekitarnya harus mengikuti supaya satu frekuensi penanganan. "Dalam satu aglomerasi penyebaran itu harus ada satu keputusan. Kalau berhenti, berhenti semua. Kalau gerak, gerak semua, kalau melambat, melambat semua," katanya. Berdasarkan studi dari Unpad dan beberapa universitas lainnya, yang dilaporkan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI kepada Presiden RI di rapat kabinet, wabah Covid 19 ini mencapai puncaknya pada Mei 2020 dan menurun pada Juni 2020.

"Tapi studi ini berbeda beda memang. BIN kan melakukan studi yang berbeda juga. Data ini yang dikelola universitas, dengan catatan kalau social distancing, physical distancing, dilakukan dengan disiplin dan berjalan dengan baik, kalau tidak, lupakan Juni, kita masih panjang durasinya," katanya.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *