Angka infeksi virus corona Covid 19 di seluruh dunia masih terus bertambah. Di antara lebih dari 180 negara yang terjangkit, Amerika Serikat menduduki posisi teratas angka kasus infeksi tertinggi secara global. Sementara, angka kematian akibat Covid 19 di Negeri Paman Sam mencapai 130.123 jiwa, dan 1.143.490 pasien sudah dinyatakan sembuh.

Penyebaran virus corona Covid 19 di seluruh dunia, dan Amerika Serikat khususnya, memancing tanggapan dari Presiden AS Donald Trump. Pada Selasa (30/6/2020) waktu AS, Donald Trump mengatakan dirinya semakin marah terhadap China karena penyebaran virus yang telah ditetapkan WHO sebagai pandemi global tersebut. Di sisi lain, otoritas kesehatan Amerika Serikat telah memperingatkan, pihaknya tidak memiliki kendali "total" atas penyebaran virus corona.

Donald Trump meluapkan kemarahannya lewat sebuah cuitan di akun Twitter resminya, @realDonaldTrump. “As I watch the Pandemic spread its ugly face all across the world, including the tremendous damage it has done to the USA, I become more and more angry at China,” (Saat saya menyaksikan pandemi ini menyebarkan rupa buruknya di seluruh dunia, termasuk kerusakan luar biasa yang diakibatkannya di Amerika Serikat, saya semakin marah terhadap China)

Cuitan Donald Trump ini diunggah bersamaan dengan adanya penambahan kasus infeksi Covid 19 harian tertinggi sejak wabah itu merebak di Amerika Serikat. Pada Selasa (30/6/2020), tercatat 47.000 kasus baru. Sementara, pakar penyakit menular di Amerika Serikat memperingatkan, jumlah kasus infeksi dapat meningkat dua kali lipat dalam waktu yang tak lama lagi.

Amerika Serikat mencatat 1.199 kasus kematian dalam waktu 24 jam. Diberitakan pula, ada beberapa episentrum Covid 19 baru di Amerika Serikat, yakni California, Texas, dan Arizona. "Jelas, kami tidak memiliki kendali total/sepenuhnya saat ini," kata kepala National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Dr. Anthony Fauci, kepada komite Senat AS.

"Saya sangat khawatir, karena itu akan semakin buruk," lanjutnya. Fauci mengatakan, kenaikan kasus baru harian di AS bisa mencapai angka 100.000 jika tidak ada tekanan di seluruh wilayah negara untuk mengerem penyebaran virus. Di sisi lain, China menyebut pemerintahan Donald Trump telah mempolitisasi pandemi sebagai pengalihan isu dari cara mereka menangani wabah.

Hingga Rabu (1/7/2020) hari ini, Amerika Serikat pun masih tercatat sebagai negara dengan angka kasus kematian akibat Covid 19 tertinggi di dunia. Kenaikan kasus baru dan bertambahnya pasien yang harus dirawat di rumah sakit juga telah meredam harapan wabah Covid 19 dan dampak ekonominya telah berlalu. Hal ini memicu kritik terhadap Donald Trump yang ingin dirinya terpilih kembali pada pemilu 3 November 2020 mendatang.

Rival politik Donald Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan bahwa kesalahan manajemen administrasi sang presiden dalam menangani pandemi mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang dan menimbulkan hantaman keras terhadap perekonomian Amerika Serikat. It didn’t have to be this way. Donald Trump failed us. (Tidak seharusnya seperti ini. Donald Trump telah gagal)," kata mantan wakil presiden AS berusia 77 tahun tersebut dalam sebuah pidato di Delaware. Dalam pidato tersebut pula, Joe Biden menyampaikan rencananya untuk menangani pandemi Covid 19 jika terpilih.

Yakni, dengan cara mengadakan lebih banyak tes dan mempekerjakan 100.000 pelacak kontak ( contract tracer ).

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *