Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Cerita seorang ibu yang harus melahirkan bayinya yang sudah meninggal karena tidak ada pergerakan, viral di media sosial. Cerita tersebut terekam dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @emy_ginting pada Jumat (23/7/2021) lalu. Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu yang tengah berjuang untuk menunggu persalinan.

Padahal, bayi yang sudah dikandung selama delapan bulan dinyatakan meninggal dunia. Sang suami pun terlihat ikut menjaga dan mendukung istrinya yang harus berjuang untuk melahirkan bayinya. "Jadi ini adikku lagi hamil 8 bulan, katanya bayinya udah gak ada pergerakan 3 hari.

Kita udah bolak balik ke rumah sakit untuk periksa dan USG. katanya bayinya meninggal di dalam kandungan. Mereka bingung dan sedih banget, besok pagi harus operasi untuk keluarin bayinya," tulis akun @emy_ginting dalam videonya. Pengunggah pun turut berduka cita atas meninggalnya bayi yang sudah dikandung sang adik selama delapan bulan.

"Turut berduka cita dek, aku tau kalian sedih banget tapi kinan udah tenang disana. Semoga proses operasinya lancar dan ibunya sehat," tambahnya. Sontak, video perjuangannya melahirkan bayi yang sudah meninggal dengan penuh keharuan itu pun menjadi viral di media sosial. Hingga Jumat (30/7/2021), video tersebut telah ditonton sebanyak 2,1 juta kali.

Video tersebut juga disukai lebih dari 40,5 ribu kali dan mendapat lebih dari 700 komentar dari warganet. Banyak yang ikut merasa sedih kepada sang ibu yang harus kehilangan bayinya, ada pula yang bercerita sempat mengalami kondisi yang serupa. "Ya allah gak kerasa air mata ini turun. Kaka yang sabar dan ikhlas ya, insya allah jadi tabungan kaka dan suami di surga. Yang kuat ya kak," tulis akun @rizkiherlina5.

"Saya pernah di posisi ini… tinggal menunggu 7 hari lagi HPL… semua sudah dipersiapkan… yang ikhlas ya mbak," tambah akun @yuniadhitama. "Kak titip peluk online ya. Kuat pasti kuat. Dedek bayi siap tuntun jalan ayah ibunya ke surga," ujar akun @alkurmond. Wanita 28 tahun yang akrab disapa Emy Ginting ini menyebut, kejadian tersebut menimpa adik kandungnya pada Jumat (23/7/2021) lalu.

Emy menuturkan, sebelum bayi adiknya dinyatakan meninggal dunia, janinnya sempat tidak bergerak selama tiga hari. Hal itu terhitung sejak Senin (19/7/2021), setelah adiknya sembuh dari sakit demam, batuk dan pilek. Kemudian, pada Kamis (22/7/2021) adik Emy datang ke rumahnya untuk menceritakan kondisinya.

Emy pun menyarankan agar sang adik diperiksakan ke bidan untuk mengetahui kondisinya. Adik Emy sampai mendatangi tiga tempat untuk memeriksakan janinnya, lantaran kedua tempat sebelumnya tidak bisa melakukan pemeriksaan USG. Setelah bisa diperiksa USG di tempat ketiga, ternyata dugaan janin telah tiada benar terjadi.

Akhirnya, dokter pun menyarankan agar adik Emy dibawa ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. "Setelah di USG, dia ngabarin kalau bayinya sudah ngga ada, terus dokternya menyarankan pulang dulu." Saat datang ke rumah sakit untuk operasi caesar, rupanya dokter menyarankan untuk melahirkan secara normal.

Akhirnya, setelah berjuang menahan sakit karena di induksi sejak pagi, adik Emy pun melahirkan bayinya yang sudah meninggal pada Jumat (23/7/2021) sekira pukul 23.30 WITA. Emy menuturkan, sebelum bayinya tidak bergerak, sang adik merasa tidak mengalami gangguan apapun. Ia hanya sempat merasa demam dan minum obat seperti biasa.

"Sebenarnya adik saya ngga ngerasa kenapa kenapa, jadi dia ngerasa baik baik saja." "Tapi sebelumnya sempat demam, batuk dan pilek, setelah sembuh, bayinya ngga bergerak," ungkap karyawan swasta asal Denpasar, Bali ini. Emy menuturkan, sebelum persalinan, meski sang adik sudah merasa bayinya telah tiada, namun ia masih menaruh harapan adanya keajaiban.

Sebab, anak tersebut adalah anak pertama yang sudah tunggu tunggu oleh keluarganya. "Sebenarnya adik saya dari bidan pertama, bidan kedua, lalu googling juga 90 persen sudah tahu anaknya sudah gak ada." "Tapi sebelum di USG kita masih menaruh harapan karena anak ini anak yang ditunggu tunggu oleh keluarga," ujar Emy.

"Pasti hancur banget perasaanya, sudah delapan bulan mengandung, tinggal nunggu lahiran saja," tambahnya. Kini, setelah sang bayi sudah dikebumikan, Emy menyebut adiknya dan sang suami sudah mulai mengikhlaskan. "Kondisi adik saya dan suaminya saat ini sudah jauh lebih baik, sejak bayinya dikebumikan, mereka sudah agak tenang."

"Sebelumnya mereka nggak bisa tidur, nggak bisa makan, dan pikirannya kacau balau," pungkas Emy.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *