Heyugo Girl

Artikel Kecantikan Gaya Hidup Tips Sehat

Tank tank Israel dikabarkan menembaki pos Hamas di Jalur Gaza, Rabu malam (19/8/2020). Serangan ini diklaim Israel sebagai tanggapan atas gelombang kiriman balon pembakar yang melintasi pagar keamanan menuju kota kota dan permukiman Israel. Mengutip , serangan ini telah berlangsung selama sembilan malam berturut turut.

Meski pun ada upaya pejabat keamanan Mesir untuk mengakhiri gejolak, serangan itu tetap berlanjut. Media lokal melaporkan, Qatar juga menengahi Israel Hamas, dengan mengupayakan pemuluhan 48 jam mndatang. Sementara, pejabat keamanan Gaza mengatakan, serangan Israel menghantam pos pengamatan Hamas di dekat kamp pengungsi al Maghazi dan al Bureij di tengah jalur itu, dan kota Khan Younis, lebih jauh ke selatan.

"Tidak ada korban jiwa," kata mereka. Penutupan pembangkit listrik ini terjadi kurang dari sepekan setelah Israel menangguhkan pengiriman bahan bakar ke Palestina. Sebelumnya, Palestina dikabarkan meluncurkan balon pembakar yang menyebabkan kebakaran semak di Israel selatan.

Kemudian, sebagai balasan, Israel melakukan serangan tujuh malam berturut turut, bahkan mengirim 14 roket ke Gaza. Mengutip , Gaza yang berada di bawah militan Hamas bergantung pada Israel untuk sebagian besar energinya. Dengan penduduk berjumlah dua juta, Gaza saat ini menerima listrik sekitar enam jam diikuti dengan pemadaman listrik selama 10 jam.

"Pasokan listrik sekarang mungkin turun menjadi hanya empat jam (per hari),” kata Mohammad Thabet, pejabat di perusahaan distribusi listrik utama Gaza. Kini, rumah dan bisnis Gaza bergantung pada generator untuk menutupi pemadaman listrik yang berkepanjangan. Hal ini pun meningkatkan tekanan keuangan pada orang orang yang sebagian besar miskin.

Pejabat di Gaza mengatakan penutupan pembangkit listrik pada Selasa dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan pada fasilitas vital seperti rumah sakit, yang juga dilengkapi dengan generator. Sebelumnya, lusinan balon helium yang membawa bahan pembakar telah diluncurkan dari Gaza dalam beberapa hari terakhir. Aksi itu digambarkan oleh sumber sumber politik sebagai upaya untuk menekan Israel agar melonggarkan blokade dan memungkinkan lebih banyak investasi Arab dan internasional.

Israel kemudian menanggapi dengan mengutip masalah keamanan dalam memberlakukan pembatasan. Sumber sumber itu mengatakan, balon balon itu juga bagian dari upaya untuk membujuk Qatar untuk meningkatkan bantuan tunai kepada Hamas ketika negara Teluk itu berupaya untuk menurunkan ketegangan di perbatasan Gaza. Israel telah melakukan sejumlah serangan udara selama seminggu terakhir terhadap posisi yang dipegang oleh Hamas dan faksi bersenjata lainnya, yang disalahkan atas insiden balon tersebut.

Pertempuran yang terjadi Minggu malam itu disebut sebagai eskalasi paling intens dalam beberapa bulan terakhir. Mengutip , militan Palestina di Gaza menembakkan dua roket ke Israel salatan setelah serangan udara Israel menargetkan situs situs milik penguasa militan Hamas di wilayah tersebut. Militer mengatakan, sistem pertahanan udara, Iron Dome mencegat dua roket yang diluncurkan militan di Gaza ke Israel salatan.

Namun, aparat polisi mengatakan, jatuhnya roket menyebabkan kerusakan pada rumah di kota Sderot. Paramedis dikabarkan merawat pria berusia 58 tahun karena luka ringan akibat pecahan kaca.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *